Arti 「itadakimasu] Dalam Bahasa Jepang
Itadakimasu 「頂きます」 adalah sebuah kosakata yang sering dan lazim diucapkan oleh orang Jepang ketika akan menyantap hidangan atau menerima sesuatu baik berupa barang atau makanan dari orang lain sebagai ungkapan rasa terimakasih. Kalau diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia mungkin bisa berarti [terimakasih atas hidangannya] atau [saya terima barang atau saya makan masakan anda dengan senang hati] .Memang padanan kata yang tepat dalam bahasa Indonesia tidak ada karena dalam budaya masyarakat Indonesia, tidak ada kosa kata yang dipakai ketika akan menyantap sesuatu kecuali membaca Basmallah bagi orang Muslim.
Itadakimasu berasal dari kata kerja [itadaku] yang berarti :
1. [diterima,menerima] yang merupakan bentuk halus atau sonkeigo dari kata kerja Morau.
Contoh : Sensei ni jisho o itadaita
先生に辞書を頂いた。
’menerima kamus dari sensei (guru)'
2. [makan , minum]
Contoh ; a. Biiru o ippai itadaita dake de ii kimochi
ninarimashita.
ビールを一杯頂いただけで、いい気持ちになりました。
"hati menjadi senang hanya dengan
meminum segelas bir
b. Nihonjin wa gohan o taberu maeni [itadakimasu] to
iimasu. 日本人は御飯を食べる前に「頂きます」と言います。
'Orang jepang mengatakan [itadakimasu] sebelum
makan.
Dengan melihat contoh contoh dan arti [itadakimasu] diatas dapat dikatakan bahwa [idatakimasu] merupakan sebuah cermin budaya masyarakat jepang yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari hari. Ini terlihat dari dibiasakannya anak anak kecil yang masih dibawah umur di biasakan mengucapkan [idakaimasu] sebelum minum dan memakan sesuatu. Di Hoikusho 保育所(tempat penitipan anak), Yochien幼稚園(TK), Shogakko小学校(SD) bahkan sampai Daigaku 大学( perguruan tinggi) anak anak jepang dibiasakan mengucapkan Itadakimasu sebelum makan bento atau makan di Cafetaria kampus. Orang asing yang belajar di Jepang baik pembelajar bahasa Jepang ataupun tidak belajar bahasa Jepangpun apabila makan bersama teman teman Jepangnya , akan otomatis ikut mengucapkan kata itadakimasu ini.
Bukan hanya sebelum makan dan minum saja orang jepang mengucapkan itadakimasu. hampir dalam setiap kesempatan berbicara formal dan acara acara perting dan resmi laiinya mereka suka mengucapkan itadakimasu dengan disambungkan dengan kata kerja bentuk te sebelumnya sebagai cara untuk menghaluskan kalimat . Rasanya kurang sopan kalau berbicara di depan orang yang dihormati berkata tampa menggunakan kata itadakimasu di akhir kalimatnya, apalagi pembicara menerima sesuatu baik yang berupa barang atau jasa.
Jadi artinya kosakata itadakimasu merupakan kata kerja yang sangat penting dan tinggi frekwensi pengunaannya dalam kehidupan bangsa Jepang. Pertanyaan penulis adalah ungkapan apa yang paling tepat di gunakan sebagai pedanan kata itadakimasu dalam bahasa Indonesia? Jawabannya ada tidak ada kecuali mungkin kita mengucapkan kata [terimakasih] saja.
Arti [di tampi] dalam Bahasa Sunda
Dalam bahasa Indonesia padanan kata[itadakimasu] mungkin hanya kata [terimakasih ]saja, tapi dalam kultur bahasa Sunda bahasanya orang bandung kata [itadakimasu] yang digunakan ketika akan makan atau minum sesuatu, sepadan dengan kata [ ditampi] dalam bahasa sunda. Contoh dalam percakapan berikut
A : Sok geura diraosan tah tuangeunana cep Arman !
B : Hatur nuhun bu........ di tampi ah.....aduh meni raos nya tuangeun nana , saha yeuh nu masak na?
A : Ah tong sok kitu encep mah.
dari percapakan diatas terlihat bahwa B mengucapkan kata ditampi ketika akan menyantap hidangan yang sisuguhkan tuan rumah dalam hal ini A. sebelum memakan sesuatu orang sunda biasanya mengucapkan kata hatur nuhun (terimakasih ) yang dilanjutkan dengan mengucapkan kata [di tampi] yang artinya saya makan atau saya terima yang mirif sekali dengan arti itadakimasu dalam bahasa Jepang. Lalu bagaimana arti sebenarnya dari kosakata [ditampi] ini ? apakan sama dengan itadakimasu dalam bahasa Jepang.
[di tampi] berasal dari kata [ tampi] yang berarti terima yang merupakan bentuk halus dari [ [narima] sepertinya nya itadakimasu yang merupakan kata halus dari morau.
Tampi sendiri berarti alat atau wadah yang disebut tampi. tampi terbuat dari bambu yang berbentuk bundar yang biasa orang sunda menyebutnya [nyiru]
dari kosakata ini berkembang menjadi beberapa arti seperti contoh kalimat dibawah ini.
1. diterima, lulus ujian. dapat kerja dan lain lain.
contoh : Alhamdullilah geuning ditampi (diterima)di Fakultas Pendidikan
Alhamdulillah akhrinya saya diterima di Fakultas Pendidikan
やっと、教育学に入学できた。
2. diterima amal perbuatan
contoh Mudah-mudahan we almarhum ditampi ku Gusti nu Maha Suci..
Semoga alrmarhun diterima di sisi Allos SWT .
3. Alat untuk menampi padi
contoh Hirup manusa lir ibarat pare ditampi
Hidup manusia seperti padi di tampi
4. Menerima Kunjungan
contoh Tamu ti jepang ditampi ku gubernur Nuriana di Gedung Sate
Tamu dari jepang diterima gubernur Nuria di Gedung Sate.
ヌリアナ知事にゲドンサテにて日本のお客さんを受けた。
Dengan melihat kedua arti kata antara Itadakimasu dalam bahasa jepang dan ditampi dalam bahasa sunda terlihat ada persamaan yaitu artinya menerima , dan ucapkan ketika akan menyantap sesuatu atau sebelum mminum sesuatu. tapi dalam arti yang lain terdapat perbedaan arti yang cukup signifikan seperti dalam penerimaan tamu, lulus ujian, dan dari arti kata asal yang berbeda.
Dalam hal budaya makan , orang jepang dan orang sunda sama sama mengucapkan kosakata itadakimasu dan ditampi dalam kehidupannya , cuma peranan itadakimasu lebih luas dibandingkan dengan ditampi, kalau melihat perkembangan bahasa sunda saat ini udah mulai jarang sekali kosakata ditampi diucapkan oleh orang sunda apalagi kalau makan sendiri dan mungkin juga akibat pengaruh bahasa Indonesia sehingga ketika makan bersama sama pun jarang diucapkan. inilah yang membedakannya dengan kata Itadakimasu dalam bahasa Jepang. Bagaimana pendapat anda?.